Pages

23 Agt 2011

Indosat-ZTE Jajal LTE di ITB

Para penyelenggara telekomunikasi mulai giat melakukan uji coba layanan Long Term Evolution (LTE). Termasuk Indosat yang menggandeng ZTE untuk menggeber teknologi generasi keempat (4G) itu pada Indosat Innovation Lab di Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Uji coba LTE ini merupakan wujud kesiapan kami dalam mengadopsi evolusi teknologi sekaligus merealisasikan layanan LTE bagi masyarakat, yang dimulai dengan menghadirkan Laboratorium, LTE 100 Mbps dimana uji cobanya kita lakukan," kata Fadzri Sentosa, Director & Chief Wholesale & Infrastructure Indosat, dalam keterangannya, Selasa (23/8/2011).

Kesiapan Indosat dalam menerapkan LTE merupakan bagian dari program modernisasi jaringan yang telah dilakukan sejak tahun lalu, yang ditandai dengan kehadiran layanan internet DC-HSPA+ 42 Mbps di Jakarta dan beberapa kota. Dimana pada peluncuran DC-HSPA+ 42 Mbps ini sekaligus menempatkan Indosat sebagai operator pertama di Asia dan kedua di dunia yang menghadirkan kecepatan tersebut.


Tumbuhnya inovasi dan pengembang aplikasi juga coba diharapkan dapat lahir setelah didirikannya Indosat Innovation Lab kedua di ITB. Dimana hal ini juga menjadi bagian dari kerjasama Program Penelitian Tablet dan Aplikasi yang juga didukung oleh ZTE, RIM, Nokie Siemens Network, Creatary, dan Alcatel Lucent.

Kerjasama dengan ITB ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem kampus wireless and sekaligus menyediakan fasilitas penelitian dan pengembangan aplikasi cloud mobile dan tablet. Lingkup kerjasama yang dilakukan meliputi laboratorium penelitian, jaringan (LTE 100 Mbps), pelatihan dan edukasi, serta marketing plan.

"Melalui kerjasama ini Indosat akan terus mendorong semangat berinovasi dan berkreasi langsung ke institusi akademis, sekaligus menciptakan kolaborasi positif antara dunia industri dan dunia akademis atau kampus itu sendiri," pungkas Fadzri.

LTE adalah generasi berikutnya dari jaringan mobile broadband. LTE secara dramatis dapat meningkatkan kapasitas dan kecepatan data, menyediakan kecepatan puncak downlink 100 Mbps dengan latency (hambatan dalam arus data) yang rendah. 

Menghadapi permintaan pasar yang semakin bertumbuh akan layanan data, teknologi LTE disebut-sebut akan sanggup melayani pengiriman jumlah data yang lebih besar, dengan kecepatan data yang lebih cepat dan waktu penundaan yang lebih pendek sehingga memberikan kepada pelanggan pengalaman layanan media berkecepatan tinggi yang lebih baik. 

Dengan LTE, operator diklaim dapat memberikan beragam layanan mobile broadband dan multimedia. Beratnya beban lalu lintas data tidak akan lagi menyebabkan koneksi menjadi lambat ataupun kehilangan koneksi.

Pada demonstrasi LTE yang dilakukan Indosat-ZTE di ITB, mereka berhasil meraih FTP downlink data dengan kecepatan maksimal 107.0 Mbps sehingga untuk melakukan streamingdan gaming dapat begitu mulus dilakukan. 

"Sebagai perusahaan terdepan untuk perangkat telekomunikasi dan solusi-solusi jaringan, ZTE siap membantu operator-operator telekomunikasi Indonesia memasuki era baru komunikasi mobile broadband dengan membagikan pengetahuan, memberikan bimbingan serta konsultasi," imbuh Jacky Chen, Marketing Director ZTE Indonesia.

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tulis komentar Anda !

Entri Populer